“EKSPLORASI TINGGAL DI RUMAH INANG 2019”

  • PERJALANAN JAKARTA – TASIK MALAYA

Hari Minggu tanggal 10/11/2019, tak terasa waktu keberangkatan pun tiba,saatnya aku berpisah dengan keluarga untuk beberapa hari saja. Saat itu hatiku merasa deg degkan dan gembira sekali . Aku dan keluarga bersiap siap  berangkat dari rumah pukul 17:40 sore , tetapi sebelum aku dan keluarga berangkat ada kejadian kecil menimpakku ,yaitu keran air tiba-tiba bocor , air terus keluar membanjiri kamar mandiku. Alhmdulillah akhirnya itu teratasi dan keluarga ku pun bersiap siap dan langsung cushhh berangakatttt ke Statiun Senen.

Berfoto dengan keluarga

Sesampainya di sana pukul 19.00 aku melihat,  beberapa temanku , mentor , dan ortu yang sudah berkumpul di ruang tunggu stasiun. Tak lama , beberapa mentor ada yang membagikan tiket kereta dan kartu identitas oase baru padaku.

Sebelum aku dan teman-teman klub oase eksplorasi menaiki kereta kami semua pamitan kepada keluarga masing-masing dan foto bersama. Ucap hatiku “ hah sebentar lagi berangkat “ , seperti mimpi bagiku , aku terbayang bayang seperti apa aku sudah di sana . Sebelum masuk ke kereta aku harus memperlihatkan tiket yang tadi mentor kasih kepadaku , kami menggunakan kereta ekonomi . Ketika sudah berada di dalam kereta aku kaget karena kursinya begitu tegak ini pertama kalinya aku menaiki kereta jarak jauh . Lalu aku duduk dan sambil mengobrol untuk menunggu kereta berjalan . Aku sebangku dengan salah satu teman kelompoku Indri selain itu ada Aliyah , Kezia , Naura , Tisyara . Sebentar lagi kereta akan melaju pada pukul 19.00 . Setelah kereta melaju aku masih terbayang bayang sesampainya aku disana nanti. Aku di kereta tidak terlepas dari mengobrol ,menulis jurnal bersama teman-temanku , aku di kereta juga tidur dan melihat pemandangan lewat kaca jendela kereta .

Di kereta bersama teman

 Yey sebentar lagi kereta akan sampai tujuan Stasiun Tasikmalaya . Setibanya di Stasiun Tasikmalaya yang memakan waktu 11 jam sudah di lewati itu pun sampaiii , kami sampai di stasiun pada pukul 04.20 pagi,kita disana sempat foto-foto. Keluar stasiun aku menyimpan tas besar di mobil bak yg telah di sediakan . Setelah aku menyimpan tas, aku sholat subuh bersama yg Lain . Kita disuruh untuk mengumpulkan wadah makan untuk di isi nasi kuning ke Ambu ; Ambu adalah istri dari pemilik Kampung Zuhud Dusun Sukajadi Kec.  Cidolog  Kab . Ciamis .

Setelah semua telah mengumpulkan wadah makan ,kita akan berangkat ke kampung zuhud memakai mobil bak terbuka. Ini kedua kalinya aku menaiki mobil bak , mobil bak yang digunakan terdiri ada dua unit mobil satu untuk perempuan dan satu untuk laki-laki. Mobil yang aku naiki berangkat terlebih dahulu dan yang laki-laki mengikuti dari belakang .

Di mobil bak bersama teman
alun alun manonjaya

Kami berhenti di Alun Alun Manonjaya, sesampainya di sana aku salfok alias salah fokus dengan papan dinding panjat seketika itu aku teringat  latihan panjat di klub RCC. Dengan bergegas aku turun dan berlari menuju papan dinding panjat .Setelah aku menaiki papan panjat itu untuk beberapa saat saja, lalu aku ikut bermain kejar kejaran dan main bentengan dengan teman perempuan dan yang laki laki main bola juga sempat main bentengan bersama anak perempuan . Setelah selesai permainan , tidak lama kemudian mentor memanggil kami untuk naik ke mobil bak karena sebentar lagi akan melanjutkan perjalanan , seperti tadi perempuan terlebih dahulu berangkat , ketika mobil bak laki-laki mengikuti tiba tiba berhenti  sejenak ternyata salah satu teman laki-laki ada yang  tertinggal ternyata itu Alfar, tapi mobil bak perempuan sudah duluan berangkat.

Bermain kejar kejaran

Di perjalanan Kumelihat dan menikmati pemandangan nan indah sampai akhirnya Kutertidur karena tak tahan menahan hembusan angin yang menerpaku , seketika aku terbangun ketika memasuki jalanan di penuhi batu batuan sebenarnya itu jalanan yang sedang di perbaiki,tapi yang membuat aku terbangun karena terasa kurang enak dengan bagian badanku.

Yeyyy akhirnya sampai  juga di Kampung Zuhud . Kami di sambut dengan saung special untuk penggalang oase eksplorasi yang baru di bangun seminggu lalu,selanjutnya kumenurunkan tas besar dari mobil bak untuk menyimpannya ke saung. Kemudian kami mengambil wadah makan di mobil Ambu yang tadi sudah  di isi dengan  nasi kuning.

Sampai di kampung zuhud

Setelah mengambil makan aku dan teman-teman eksplorasi menyatap makan bersama sama . Setelah selesai makan  kakak mentor memberikan waktu istirahat sebelum perkenalan dengan pengurus pengurus Kampung Zuhud pada jam 09.00 . Karena aku merasa ngantuk langsung  saja menyari posisi untuk tidur , setelah aku sudah ketemu dimana posisi enak tak lama ku langsung tertidur lelap.

“Tan bangun “ ucap indri kepada ku yang sedang tertidur . Dengan cepat aku langsung bangun dari tidurku yang nyenyak , aku langsung melihat jam tanganku ternyata sudah mau jam 09.00 dengan segera aku ke kamar mandi untuk membasuh muka yang  tampak ngantuk  agar lebih segarrr. Tak lama kemudian datanglah Pak Kades,pak Cece juga Abah Apep yang punya Kampung Zuhud beserta istrinya Ambu dan anak-anaknya Zahdan, Yazdad , Zainah , dan Yaqzan untuk perkenalan juga berbincang-bincang.

Berfoto dengan pak Kades

Setelah kami perkenalan , kami mengelilingi Kampung Zuhud di antar oleh Pak Ondin dan Yazdad, ohya Pak Ondin adalah ortu asuhnya Leo .

peta kampung zuhud
Berkeliling desa

  Setelah berkeliling desa kami lanjut dengan kegiatan berikutnya yaitu memindahkan ikan ke kolam serta memasang pagar untuk ikan. Ada dua jenis ikan yang pindahkan yakni; ikan mas buat perempuan dan ikan mujair buat laki-laki. Aku membantu untuk memasang pagar, ketika Aku masuk kolam permukaannya ternyata lumpur jadi terasa lengket lengket gimana gituu. Ada kejadian lucu dimana kakakku giga atau aku biasa pangil ( kang giga ) ingin melepas ikan ke kolam , karena kang giga antri paling akhir dan dengan rambut yang gondrong,waktu kang giga ingin masukkan tangannya ke dalam ember yang berisi ikan mujair seketika itu bapaknya langsung bilang ke kakakku  “yang perempuan ikan mas “, aku dan anak perempuan memberitahukan secara serentak bersuara “ pak dia laki laki “ , tapi bapaknya sudah menuangkan semua ikan mujairnya ke kolam. Akhirnya kakakku jadinya memindahkan ikan mas saja .

Memimdahkan ikan ke kolam
Memasang pagar ikan

Setelah kami semua sudah memindahkan ikan, lalu kami  melanjutkan perjalanan menuju sungai atau dam. Di perjalanan kami melewati rumput panjang dan perjalanan yang dilalui sangat menantang. Bahkan seperti bermain perosotan seperti  masa kecil dulu hehe .

Setelah kami melewati rintangan sangat seruu, akhirnya sampai juga di sungai atau dam. Dengan semangat aku langsung menyeberang dan mengajak Indri yang sedang duduk di tepian dam . Sesampainya air di depan mata, Kumembuka sandal dan langsung “Byurrr” Eh ternyata sungainya tak dalam bagiku , ketika aku berenang lumut mengelilingin tubuhku aku merasa jijik seketika rasa itu hilang, ketika Kumenikmati  serta mensyukuri indahnya alam termasuk lumut ini ,  jadi karena itu Kubiarkan saja lumut mengelilingi tubuhku . Aku mendengar suara “Byuarrr” sangat keras ternyata itu adalah suara Yahdad dan laki-laki yang pada melompat dari dam , dan ada beberapa perempuan juga melompat dari dam setinggi 4m . Sebenarnya Aku ingin juga melompat tapi karena Aku kurang bisa berenang,jadi keinginan itu kuurungkan saja deh..hehe

Main di sungai /dam

Setelah selesai berenang kami pulang ke saung,aku mandi juga menyuci baju yang kotor. Setelah kami semua sudah bersiap siap,lalu kami akan ke Rumah Inang masing masing di antar para Mentor.

 Azalea adalah nama kelompokku yang terdiri dari Andini ketua kelompok, Kayyisha , Indri dan Akuuu, rumahnya paling dekat dengan saung.Setelah Aku, Andini ,Indri dan Kayyisha sampai di rumah inang.  Kami langsung disambut dengan senyuman ramah oleh ibu eti serta makanan buatan tangan beliau yang tersedia,lalu kami berbincang-bincang bersama bu Eti tapi kita agak susah berkomunikasi karena ibunya kaku berbicara bahasa indonesia ,berhubung aku pernah tinggal di Bandung jadi aku mengerti bahasa sunda dan menerjemahkan kepada temanku yang tidak mengerti bahasa sunda . Setelah perkenalan kita pun pamit untuk beristrahat.

  • Day 2 PENGALAMAN SERU BERSAMA BU ETI

“Tan bangun “ aku di bangunkan oleh salah satu temanku jam 04.10, kita sholat berjamaah bersama .Setelah sholat kita berangkat dari rumah 04.55 ke saung untuk kumpul refleksi bersama mentor. Ketika aku sudah di depan halaman sudah banyak mengantri di depan Rumah Inangku sebenarnya bukan mengantri tapi sudah banyak kelompok berjalan menuju saung.

     Setelah itu kita pulang untuk beres beres rumah, Aku dan Indri menyapu sedangkan Kayyisha dan Andini mengepel. Aku menyapu lantai bagian dalam rumah dan Indri teras , setelah aku dan indri sudah selesai menyapu di lanjut kan dengan mengepel aku lihat mereka mengepel mengunakan lap kain andini bercerita langsung dengan pengalamannya mengepel deangan lap kain dan dia bilang “seru” . aku tidak segan segan ingin mencobanya juga dan itu bisa menjadi pengalaman baruku , aku meminta ke andini dan kayyisha untuk menyisakan ruangan untuk aku pel .Aku mendapatkan ruang makan setelah aku coba benar seru dari memeras , mengelap, dan mengeserkan ember. Sebenarnya belum semua aku pel karena aku dan yang lain termasuk ibunya sarapan terlebih dahulu bersama di meja makan sudah tersedia nasi,sambal goreng kentang + petai dan lauk pauk yang lainya , aku mengambil semua lauk pauk termasuk petai yang sebelumnya aku tidak pernah makan petai , jadi ini pengalam baru makan “ petai” dan ternyata rasanya “ enak “kita makan  di teras luar  bersama sama . Setelah makan aku manjat pohon bersama Indri dan mengerjakan tugas pull up yaitu sebagai olahraga fisik dari pelatih panjat tebingku.

Manjat pohon di sekitar rumah bu Eti

Ketika aku lagi manjat pohon ,Bu Eti mengajak Aku , Indri , Kayyisha dan Andini untuk menyembelih ayam untuk makan siang nanti. Aku langsung bersemangat mengikuti Bu Eti untuk mengambil ayam di kandang, ibunya mengambil ayam dan langsung aku menghampiri meminta ibunya untuk ayamnya aku pegang dan menjadi pengalaman pertamaku memegang ayam. Ketika aku pegang rasanya  senang karena aku berani memegang ayam tersebut dan seruu .

KemudianKu memberikan ayamnya kepada Pak Engkus kebetulan itu ortunya Libra untuk membantu menyembelih ayam. Pak Engkus menyuruhku memegang kakinya dan Indri sayapnya. Ketika mau di sembelih aku tidak berani melihat, karena aku kasihan dengan ayamnya hehe. Setelah menyembelih, bapaknya meletakkan ayam ke tanah ,kata Pak Engkus “ sampai diam /tidak bergerak “ tidak lama ternyata ayam pun bergerak gerak seketika itu juga Aku, Andini dan kayyisha reflek menghindar dari ayam yang bergerak. Setelah ayam sudah tidak bergerak Ibu Eti membawa ayamnya ke dapur rumahnya untuk di siram air panas agar bulu ayam gampang di lepas setelah di siram, ayamnya kita bawa lagi keluar untuk kita cabut bulunya .Setelah aku coba mencabut bulu ayam. Ku berkata dalam hati “ Wihh sepertinya sudah ahli mencabut bulu ayam saja nih”  karena aku begitu  mudah serta cepat mencabut bulu ayamnya hahahaaa. Setelah kita sudah mencabut bulu ayam, kita memotong ayam dengan bergantian setelah itu kita cuci ayam dan memasaknya. Kita akan masak ayam goreng rica rica  dibumbunya ada terdapat bumbu rempah rempah.

Mencabut bulu ayam
Potong ayam

Sambil menunggu ayam matang , Bu Eti menyuruhKu untuk ngerujak di teras depan dan Aku di suruh untuk membuat sambal rujaknya sedangkan untuk mengupas  buah manganya Andini , Kayyisha,dan indri. Ketika Andini mengupas manga,dia kesulitan untuk mengupas nya karena di tidak biasa mengupas manga  , Aku pun mencontohkan untuk Andini , tapi masih belum terbiasa dan begitu pun dengan Kayyisha dan Indri yang mencoba untuk mencontohkannya untuk Andini . Ketika sudah mengupas dan membuat sambal kita pun menyantap bersama sama dan kita juga membagikan ke  kelompok Libra dan Pisces yang tengah lewat di depan rumah kami , dan Libra memberikan satu buah manga lagi untuk kita makan . Setelah aku coba makan manga di cocol dengan sambal , aku kepedesan dengan sambal yang aku buat padahal cabenya hanya satu , dan biasanya di tempat tinggalKu di TangSel tidak pedas, beda dengan hal di kampung zuhud cabenya ternyata lebih pedas dan segar . Setelah ayamnya matang kita menyantap ayam bersama-sama , dan rasanya raos pisannn , buatanya Azalea dan di bantu sedikit oleh Bu Eti tentunya.

Setelah selesai makan Bu Eti , Indri dan Andini ingin mencuci baju di sumur dekat kolam ikan , Aku dan kayyisha tidak mencuci baju karena kita sudah mencucinya kemarin. Tapi kita ikut untuk menemani menuju sumur ,lalu Indri Andini dan Bu Eti mencuci baju , Aku dan Kayyisha sambil menuggu andini ,indri dan bu eti mencuci baju, kita mencoba manjat pohon kelapa dan menangkap belalang di sawah yang kering , setelah andini dan indri selesai mereka  pun ikut untuk mencari belalang dan kata Andini dan Kayyisha “ gimana kalau belalangnya kita goreng” dengan semangat kita mencari belalang banyak untuk kita makan . Setelah Bu Eti selesai kita pun pulang ke rumah  untuk menjemur pakaian ,Aku dan Indri jogging selama 20 menit keliling kampung , kenapa kita jogging ? karena mendapat tanngungjawab dari pelatih panjat tebingKu untuk jogging agar tubuh kita terbiasa terlatih latihan fisik . Sewaktu kita jogging,tiba-tiba di tumpukan dedaunan ada bunyi  kresk..kresk.. suaranya sangat nyaring dan daun pun bergerak gerak aku bertanya pada Indri “ apa tuh dri ?” tidak lama ada bunyi lagi dari dedaunan , seketika itu aku lari  kencang meninggalkan Indri hehe maaf ya Ndri aku panik he… dan dia juga lari mengikutiKu jadi kita berdua sama-sama panik dan reflek lari , setelah kita menjauhi tempat tersebut kita saling bertanya-tanya tadi itu apa. Setelah itu Aku dan Indri mandi. Setelah mandi aku melihat Andini dan Kayyisha memakai sunblock terus siap siap untuk menonton bola , dengan cepat Aku membereskan baju kotor dan  tak lupa memakai sunblock begitupun Indri. Aku dan Indri pamit ke Bu Eti untuk menonton bola. Aku dan Indri berangkat berdua saja karena Andini dan Kayyisha sudah lebih dahulu pergi .

Sesampainya di lapangan bola, laki-laki akan mulai bertanding bola . Ternyata skor yang menang tim KaZu dan tim oase kalah,wah perempuan juga harus  bertanding main bola,Aku ikut bermain bola menjadi timnya Oase  dan rasanya seru bangettttttt dan yang menang ternyata tim Oase,yeyyyyyy tapi Aku salut dengan tim KaZu cewek karena mereka main bola dengan rok panjangnya , ohya tim Oase mencetak 2 dan tim KaZu mencetak 1 gol jadi  skornya 2:1. Setelah selesai main bola Aku pulang untuk sholat zuhur dan ashar , Aku ke rumah orchid untuk mencari Kayyisha dan Andini ternyata benar mereka ada di sana lagi main kartu uno dan akhirnya Aku juga ikut bermain , setelah selesai Aku memutuskan pulang untuk membantu ibunya di rumah  bersama Indri , sewaktu di perjalanan pulang ada yang memanggil “hey hey “ kami menengok dan ternyata mereka jail memanggil “hey tayo “ Aku mendengar dari rumahnya inang Pisces ,Aku sedikit kesel saja karena kira ku ada yang butuh bantuan atau memangil beneran ternyata phuffff. Sesampainya di rumah kita membantu ibunya lalu makan makanan ringan di meja . Setelah kami berdua beberapa saat berada di rumah, kami berdua memutuskan untuk menjemput pulang Andini dan Kayyisha yang sedang main kartu di rumah Orchid , sesampainya di sana Aku melihat Andini dan Kayyisha dan orchid sedang memasak dan memotong kangkung dan aku ikut membantu sebentar saja, setelah mereka selesai kita pamit ke orchid dan ortu asuhnya orchid untuk pulang , pas perjalanan pulang kita di ajak ngerujak sebentar dengan tetangga Bu Eti , lalu pulang. Sesampainya di rumah kita sempat makan makanan ringan sambil bercerita cerita , Aku melihat ke jendela ternyata ibu kita tengah membawa pisau ke arah kebunnya , dan Aku langsung bilang “ Ibunya mau kemana tuh “ ke Andini , Kayyisha dan Indri yg tengah mengobrol ,” ohya ibunya mau kemana tuh ? “ucap Andini, Aku langsung bilang ke mereka , “ ayook kita ikutin “ kataKu ke mereka , seketika itu juga kita buru buru mengejar ibunya yang mengarah ke kebunnya , oh ternyata ibunya ingin merapihkan pohon pisang yang sudah layu daunnya yg ada di kebunnya , ibunya mulai memotong daun pisang. Ketika ibunya lagi memotong, Aku ingin mencoba memotong daun pisangnya juga, karena yang aku lihat gampang  memotongnya. Ketika aku memotongnya ternyata daunnya tidak mau lepas- lepas dan aku kesulitan memotongnya tapi aku nggak menyerah sampai aku bisa , ternyata aku bisa memotongnya juga dan aku mengatakan ke ibunya “ternyata nggak semudah yang aku lihat “ , ibunya memberikan ekspresi ketawa ke Aku. Bukan aku saja yang mencoba dan merasa kesulitan Indri , Kayyisha , dan Andini pun merasakannya . Setelah kita merapihkan daun pohon pisang kita mencari kayu bakar untuk masak atau HAWU bahasa sundanya , pas kita mencari kayu ada perosotan panjang sebenarnya itu bukan perosotan melainkan jalanan seperti perosotan . Setelah aku memandangi nya kita lanjut mencari kayu bakar   ibunya sudah mengambil batang daun pohon kelapa dan memotongnya menggunakan pisaunya dan membagikan kayu-kayu itu untuk kami bawa pulang ke rumah dan menaruh di tumpukan kayu bakar . Lalu kita solat maghrib berjamah di rumah , dan kumpul refleksi bersama mentor .

Bermain bola dengan anak kampung zuhud
  • Day 3 ENAKNYA MINUM AIR KELAPA

Masih sama kegiatanya bangun dan kumpul refleksi , setelah kumpul refleksi kita mengaji dan mengerjakan log book untuk mencatat kegiatan ,  kita makan siang dengan petai lagi haha aku jadi suka petai hehe karena tidak terlalu bau , kita makan bersama di rumah , setelah itu sholat .Setelah aku dan indri manjat pohon yang lebih tinggi , setelah manjat Aku dan Indri jogging , setelah selesai jogging Aku ke rumah dan tidak melihat Andini dan Kayyisha tidak tahu kemana Andini dan Kayyisha menghilang sebenarnya bukan menghilang tapi aku tidak tahu kemana mereka , Aku menanyakan ke Bu Eti dimana Kayyisha dan Andini kata ibunya tadi mereka “ ke saung” Aku dan Indri menyusulnya ke saung dan tidak melihatnya, Aku menanyakan ke kakak mentor perihal keberadaan Andini dan Kayyisha dan kata kakaknya “ tadi ngeliat tapi nggak tau deh sekarang kemana “, kita balik lagi ke rumah dan ibunya bilang gini ke Aku dan Indri “ ke pak ondin ada belajar tanaman “ , Aku berfikir kalau Andini dan Kayyisha belajar tanaman di sana, Aku dan Indri langsung pamit ke ibunya untuk ke rumah pak Ondin / ke rumah Leo , di perjalanan kami berdua mengingat-ingat rumahnya pak Ondin, karena Aku dan Indri kurang ingat , jadi kita bertanya ke bapak bapak yang lagi beristrahat di pingiran rumah ,dan  beliau menunjukan arah kerumah pak Ondin , setibanya di rumah pak Ondin , terdengar suara ketawa, dari rumah pak Ondin, Aku melihat  pastinya ada kelompok leo, ternyata juga ada pisces, dan Taurus,mereka  disana lagi minum kelapa dari pohon pak ondin. ohya pak Ondin suka  bercocok tanam jadi banyak berbagai jenis tanaman di halaman rumahnya , aku menanyakan hal kegiatan bercocok tanam ke teman yang sedang berkumpul di sana , setelah dapat informasi akan hal bercocok tanam. Kita di tawarkan pak Ondin untuk minum air kelapa sejenak  ,  yang langsung baru di ambil dari pohon , satu buah kelapa Aku minum berdua dengan Indri karena tidak mau banyak merepotkan, setelah Aku coba air kelapanya ada yg berbeda dari rasanya aku coba ada sedikit rasa soda gituuuu, maniss , dan juga segarrrr bangett , Indri juga mencoba juga dan dia merasakan apa yang aku rasakan dari air kelapa , tidak lama kemudian Andini dan Kayyisha datang dan mereka juga di tawarkan kelapa dan mereka merasakan sensasi yang sama terbukti air kelapa tidak main main hehe ,istrinya pak Ondin  menawarkan kami daging kelapa dengan gula aren ,aku jadi ingat rumah aku selalu menambul atau di gadoin gula aren ketika ibuku masak hehe, lanjut ceritaaaa,aku ingin mencobanya juga sebenarnya ibunya sudah membagikan ke semuanya ketika aku coba enakkk cocok dengan lidahku, selain ibunya menawarkan daging kelapa dengan gula aren , ibunya menawarkan daging kelapa parut dengan air campur gula pasir , aku mengambilnya dengan cangkang kelapa untuk menjadi mangkok untuk aku tuang minumannya rasanya enak, aku menambah 1 kali lagi karena enak, tapi karena aku minumnya sedikit berantakkan jadi tangan ku sedikit lenget karena terkena air gula dari minuman,  Aku mencucinya dari air kolam ikan pak Ondin aku mengambilnya dengan mangkok yang sudah tidak di pakai . Selesai minum kelapa yang sangat enak ,aku sempat bermain uno punya Andini bersama sama di rumahnya pak ondin , setelah main kartu kami berpamitan  kepada pak Ondin serta istri dan bilang makasih atas air kelapanya.Lalu pulang ,begitu pun dengan yang lain yang telah mampir kerumah pak Ondin,ohya Indri sudah pulang duluan karena mengantuk.

Sesampainya di rumah kami siap siap untuk kegiatan berikutnya yaitu menanam pohon untuk kampung zuhud , sudah siap kita meminjam alat untuk menanam punya bu Eti, lalu pamit , kita berkumpul dengan yang lain di saung setelah kami semua sudah berkumpul kita di suruh untuk memilih pohon ,satu pohon satu kelompok kelompok kami azalea memilih pohon manga yang sudah agak besar kita memilih itu karena biar sedikit lebih menantang untuk kita tanam , setelah kami sudah memilih pohon masing masing kami lanjut untuk berjalan ke tempat untuk kita menanam pohon di sana , aku dan kelompokku membawa pohon mangga untuk dibawa ke tempat penanaman , di perjalan aku agak sedikit kesulitan karena jalan sedikit menurun dengan tanah yang sedikit licin, sesampainya disana kami mencari posisi untuk kami tanam pohon manga, setelah itu kita gali tanah, dan lalu menyimpan pohonnya di galiannya dan lalu menutupi dengan tanah, setelah itu kita menyiramnya dengan air minum yang kita bawa dari rumah , setelah kita menyiram kita ngomong dengan tanaman nya , emang terlihat tidak terlalu waras sih tapi menurut ku ini di lakukan untuk menyayangi sesama makhluk hidup , agar selalu tumbuh dengan baik . Aasikkk…dari menanam pohon ini ada pengalaman seru , dari aku mengali lubang , dan berbicara dengan pohon yang kita tanam. ohya kita selain menanam pohon mangga, aku dan kelompok ku juga menanam pohon durian . Selesai menanam pohon kita pulang untuk bersiap siap membantu mempersiapkan acara pernikahan di rumah tetangga kami.

Menanam pohon

Sesampainya kami di rumah kami bersiap siap untuk membantu untuk mempersiapkan acara pernikahan tetangga kami ,di iringi hujan di luar, setelah kita siap dan memakai jas hujan kita pun berpamitan dan berangkat bersama sama , di tengah perjalanan Alfar  bilang bahwa di undur besok , karena jas hujan kami atau azalea sudah basah kita nggak mau rugi jadi kita menfatkan jas hujan yg sudah basah untuk hujan hujanan , ohya di Kampung Zuhud barukali ini hujan lagi alhamdulilahhh.  Kita hujan hujanan dengan sandal tinggi , sebenarnya bukan sandal yang tinggi melainkan tanah terkumpul dan menempel di sandal kami , karena jalanan tanah  ketika di basah menjadi lumpur . walaupun sandal kami semakin terkumpul tanah kita masih melanjutkan main hujan hujanannya , ohya bukan azalea saja yg bermain hujan hujanan ada , Syauqi , Danish dan Niko. Kita berhenti di lapangan bola untuk mengobrol dan bermain bola Aku ,Andini , Kayyisha , Indri , dan Syauqi mengobrol dan berbagi pengalaman , sedangkan Danish, Niko dan Giga bermain bola bersama anak Kampung Zuhud yang juga bermain hujan dan bola . Setelah hujan berhenti Aku, Kayyisha , Indri, Andini dan Syauqi , mampir ke rumah Leo atau pak Ondin untuk main kartu uno , sesampainya disana kita mencuci kaki agar di lantai tidak kotor dan membuka jas hujan , kita bermain dengan Andini, Kayyisha , Indri, Syauqi , Vacha, Syabil , Ibrahim, Taci, Dilan, dan Rakka di suguhi makanan ringan makaroni dari ibunya . Ternyata ada yg kalah dari game atau kartu uno  akhirnya kita pulang dan berpamitan, di rumah kita langsung mencuci sandal sebenarnya aku tidak mencucinya aku hanya membersihkan tanah yang menempel di sandalku , lalu aku mandi dan makan malam dan berangkat ke saung untuk kumpul refleksi , kita disana di minta kakak nya untuk menampilkan sebuah pentas untuk perpisahan nanti , kita akan pentas bernyayi yang berjudul laskar pelangi , setelah kita pulang dari refleksi kita langsung latihan bernyayi , setelah kita latihan bernyayi kita pun tidur untuk mengisi tenaga untuk pentas esok hari.

  • Day 4  PENTAS NYANYI BERSAMA OASE

Aku bangun pagi dan sholat lalu sarapan dan kumpul refleksi  ada kegiatan jam 09.00 yaitu  ke Pabrik Sotong, kami pun bersiap siap dan berkumpul di saung dan berangkat bersama ke Pabrik Sotong , sesampainya disana kita mencuci tangan dan masuk ke pabriknya . Kami di sambut dengan cara pembuatanya seperi apa dan aku belajar mengulung sotong aku di contohkan oleh ibunya yang lagi berkerja di pabrik, awalnya aku tidak terlalu bisa sampai ibunya mencontohkan beberapa kali untukKu yang terakhir ibunya mencontohkan dan aku bisa menggulung dengan rapih ,sudahnya kita menggulung sotong. Kita keluar sementara karena kita bergantian kelompok. Diluar Aku sudah melihat Athar, Bily, Syauqi yang sedang latihan drama. Ohya mereka latihan untuk pentas nanti  .Aku duduk dan  melihatnya ada adegan yang bikin aku tertawa terbahak bahak. Setelah itu kakak mentor memangil kita untuk berpamitan dan mengambil Sotong untuk  di goreng dan di bawa ke rumah masing-masing.  Setibanya di rumah inang kita hanya menyimpan sotong dan langsung kita pamit lagi untuk belajar angklung di saung, setelah sesampainya di saung kita menunggu teman kami berkumpul , lalu mulailah belajar angklung  , di situ kami belajar cara bikin angklung juga memainkanya  serta menyanyi garuda pancasila. Setelah bermain angklung kami makan siang dan bersiap siap untuk menangkap ikan di kolam . Kami berkumpul di saung terlebih dahulu agar semua dapat berangkat bersama . Setelah semua berkumpul kami berangkat menuju kolam ikan tersebut , yang mengambil ikan duluan adalah perempuan , yang perempuan siap siap untuk masuk ke kolam. Setelah perempuan sudah masuk ke kolam semua, kak Andit akan memberikan waktu 7 menit ternyata tidak satu pun ikan tertangkap. Kita masih lanjut menangkap cuman di bantu alat agar lebih mudah menangkapnya , setelah 7menit usai kita juga tidak mendapat satu pun ikan tertangkap dan kita lanjut menangkap ikan dengan alat yg sudah di sediakan , dan di berikan waktu lagi 3menit untuk menangkap ikan kalau tidak menangkap ikan satu pun di lanjutkan oleh bapak aku lupa namanya hehe ,pokoknya sama bapak bapak hehe . etss tapi kalau kita dapat terus dapat 1 ikan di tambah terus lagi waktunya selama 3menit untuk melanjutkannya . Akhirnya salah satu teman kami ada yang mendapatkan ikan 1 jadi kak Andit menambah waktunya lagi , dan ada yang mendapatkanya lagi dan kak Andit pun menambahkannya lagi waktunya , aku juga tidak mau kalah dari temanku aku pun mencari di pinggiran kolam dan di bebatuan kolam, aku sempat menangkapnya tapi ikannya loncat huhhh aku mencari lagi dan beberapa ikannya hanya lewat di depan kakiKu saja dan waktu pun habis tim perempuan hanya medapatkan  6 ekor ikan saja.

Membuat sotong
Bermain angklung
Menangkap ikan

Kita keluar dari kolam dan di lanjutkan tim laki-laki, air dikuras dan ikan pun sudah pada mabok ,seketika mereka langsung mendapatkan ikan aku tidak tahu berapa yang mereka tangkap karena aku dan tim cewe sudah di suruh kakak mentor untuk segera mandi , tidak jauh dari kolam. Gerimis pun datang dengan awan yang mendung tapi lama hujan semakin deras di sertai angin yang kencang  seketika kita pada lari, Aku nggak tau apa di pikiran mereka tapi mungkin mereka tidak mau kebasahan tapi kecuali aku tidak berlari,karena aku berfikir karena aku sudah basah di kolam jadi sekalian saja basah semua hehe. Tapi karena angin semakin kencang aku berlari ke saung untuk mengambil tasku yang aku tinggal disana tapi angin semakin kencang aku dan yang lain yang tengah mengambil tas pun mencari tempat aman untuk kita berteduh sementara, rencananya kita ingin kekamar mandi tapi atap kamar mandinya terbuka karena memakai anyaman bambu dan kita pindah ke sebelah yaitu gudangnya mentor yang tidak di kunci kita menunggu sampai anginnya tidak terlalu kencang di gudang kita melihat kak mentor dan teman laki laki di lapangan bola yang ada tenda disana , kita rencananya menunggu angin tidak terlalu kencang lalu menyusul ke lapangan , setelah angin agak reda kita menuju ke sana ternyata yang aku lihat  mereka bukan berteduh saja bahkan mereka bermain bola dan main gerobak gerobak kan ,aku sempat berteduh di tenda karena aku kediiinginan  ,  tapi aku melihat mereka semua bersenang senang jadi aku ingin ikut bermain dan melawan rasa dingin, aku pun bermain bola bersama anak laki laki dan satu perempuan yaitu kak khansa. Selain Aku bermain bola juga main lempar lumpur , main voli dan hujan hujannannn dengan riang, setelah hujan berhenti dan permain selesai kita pun pulang dan mandi juga membersihkan sandal kami yang terkena banyak lumpur .

Bermain hujan hujanan
lumpur yang menempel di sendal

Setelah mandi kita sholat dan menuju saung sambil menunggu teman yang lain berkumpul, kita pun berlatih nyanyi , sewaktu kita latihan bernyanyi ada suara toa memangil kita, itu ternyata suara yahdad yang menyerukan untuk berkumpul ke lapang bola. Ohya kita tampil di lapangan bola dan ada panggung kecil disana. Disana kita menyalakan api ungun dan makan makan yang sangat istimewa yang telah disiapkan oleh warga Kampung Zuhud, ketika aku sedang makan. Api dari api unggun meledak seperti petasan tahun baru,  semakin banyak kayu yang terbakar semakin meledak dan di dalam hatiku berkata “seperti petasan tahun baru saja “. Ada salah satu bapak yang menjelaskan kenapa bisa meledak seperti petasan ternyata ada kayu bamboo di sana makanya bisa meledak ledak . Setelah  kita selesai makan, kami mementaskan masing-masing kelompok ada yang bernyanyi, drama serta sulap di depan warga Kampung Zuhud serta memberikan hadiah kenang-kenangan ke keluarga inang kami masing masing.

Setelah semua mempentaskan penampilannya , kami penggalang oase eksplorasi  pun bernyayi bersama sama . Setelah kita selesai acara kami pun pulang ke rumah inang masing-masing lalu langsung berkemas untuk ke pulangan kami esok hari,setelah itu kami beristirahat.

api unggun
Bernyanyi bersama azalea
Bernyanyi bersama Oase Eksplorasi2019
  • Day 5 BERPISAH DENGAN KAMPUNG ZUHUD

Aku bangun, sholat dan mandi . Kita akan di jemput kakak mentor jam 5. Sebelum di jemput kita sarapan terlebih dahulu setelah makan pasti aku mencuci piring terlebih dahulu sambil mencuci piring aku berkata pada diriku sendiri “ngak terasa bentarrr lagi pergi ,terakhir aku mencuci piring di rumah Bu Eti , ketika aku ingin pamit ibunya langsung memelukku dan menangis dan aku juga membalas dengan pelukan aku juga ikut sedih . Sebelum kita berangkat kita berfoto bersama Bu Eti lalu  kami saling melambaikan tangan ucapan selamat jalan perpisahan .

Berfoto bersama bu eti

Setelah kita meninggalkan rumah tinggal  orangtua asuh, kami mengambil oleh oleh dari rumah Ambu dan sarapan juga berfoto foto setelah itu kami berpamitan , lalu menaiki bus kecil yang menuju terminal bus Tasikmalaya , ohya kami pulang  kali ini tidak mengendarai kereta lagi tapi memakai bus yang enak . Di perjalanan ke terminal Aku dan yang lain sempat bernyanyi nyanyi tapi  ,akhirnya aku juga tidur sampai perjalanan keterminal. Setelah sampai di terminal kami pun turun dari bus kecil.

menaiki bus kecil

Sesampainya di terminal kami menunggu bus Tasikmalaya jurusan Jakarta. Kami menunggu di ruang tunggu dan  akhirnya bus pun tiba,kami pun naik  di dalam satu bus yang isinya semua anak oase eksplorasi saja jadi kita bebas mau bernyayi-nyayi . Di dalam perjalanan aku sempat tidur dan makan siang setelah makan,aku pun tidur lagi sampai cikarang kalau tidak salah . Di bus kami  bukan hanya bernyanyi nyanyi saja kami  juga membuat lelucon dengan nada yang gombal dan kami pas melihat  gedung gedung yang ada di kota menjadi sangat nora .

bus besar menuju jakarta

Alhamdulillah akhirnya sudah sampai di terminal kampung rambutan kami pun bertemu orangtua yang menjemput kami masing masing tapi sebelum pulang, kami ada kumpul refleksi sebentar tak lupa bersalam-salaman dan foto bersama lalu pulang ke rumah masing-masing .

sampai di terminal kampung rambutan

Terima kasih Kampung Zuhud yang telah memberiku pengalaman baru yang sangat menyenangkan.

Terima kasih banyak untuk Bu Eti yang sudah menerima kami dengan segala kehangatan dan ketulusannya.

Terima kasih juga untuk para kakak mentor semuanya yang sudah bersedia membimbing dan meluangkan waktu bersama kami dengan penuh kesabaran dan cinta kasih.

Untuk Keluarga Besar Kampung Zuhud semoga kita dapat di pertemukan di lain kesempatan….Aamiin

#KlubOase #PenggalangOase #PramukaOase #pramukaOase #Eksplorasi2019 #kampungzuhud

foto-foto by : Ayah Hamdan, Rakean Shidqii, Ayu Primadini, Elisabeth Anggia, Kristin Pancasari, Anne Adzkia, Bunda Widya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s